100 Tahun Wiper Bosch, Teknologi Penting yang Sering Terlupakan

 

Screenshot

Jakarta, Otosight.id – Ada banyak komponen yang menjadi perhatian utama ketika membicarakan keselamatan kendaraan. Rem, ban, mesin, oli, hingga aki hampir selalu masuk dalam daftar yang harus diperiksa dan dirawat. Namun, ada satu komponen yang kerap luput dari perhatian meski memiliki peran langsung terhadap kemampuan pengemudi melihat jalan: yakni, wiper.

Persoalan inilah yang coba diangkat Bosch Indonesia, Bosch Mobility Aftermarket melalui Safety Driving Campaign – 100 Years Bosch Wiper yang digelar di Berkat Otopart Indonesia (BOI) Function, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Memasuki satu abad inovasi wiper, Bosch mengajak publik melihat kembali pentingnya visibilitas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keselamatan berkendara.

Talkshow ini menghadirkan Aan Suhanan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Pirmin Rieger – Managing Director Bosch Indonesia, Griselda Iwandi – Country Sales Director of Mobility Aftermarket Bosch Indonesia, Dr. Yannes Martinus Pasaribu, M.Sn. – Pengamat dan Pakar Otomotif, serta Yoke Febriana – President Director PT Berkat Otopart Indonesia

Pengamat dan Pakar Otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, M.Sn. menilai perkembangan teknologi kendaraan harus tetap diimbangi dengan pendidikan dan kedisiplinan pengguna kendaraan.

“Kita memerlukan pendidikan, disiplin untuk segala hal yang ada di sekitar kita, meskipun saat ini kendaraan autonomous muncul dan semakin kuat,” ujar Yannes dalam talkshow Bosch di Jakarta, yang menggarisbawahi kata “pendidikan” sampai lima kali, menunjukkan betapa pentingnya pengertian tentang keberadaan kendaraan roda empat dan segala aspeknya.

Pernyataan ini menjadi relevan ketika industri otomotif bergerak menuju era kendaraan yang semakin pintar. Teknologi bantuan pengemudi hingga kendaraan otonom terus dikembangkan, tetapi pada saat yang sama manusia masih menjadi bagian penting dalam sistem keselamatan kendaraan yang digunakan sehari-hari.

Menurut Yannes, perhatian terhadap inovasi otomotif selama ini juga lebih sering tertuju pada komponen-komponen tertentu. Perkembangan teknologi aki, rem, maupun oli, misalnya, terus dibicarakan dan diperbarui. Namun, wiper justru relatif jarang atau luput memperoleh perhatian yang sama.

“Perkembangan aki ada, rem ada, oli dan sebagainya ada, tetapi soal wiper ini saya tidak tahu, kok tidak dianggap, termasuk dalam inovasi dunia otomotif sendiri,” kata Yannes.

Padahal, fungsi wiper sangat sederhana sekaligus fundamental: menjaga kaca depan tetap memberikan pandangan yang jelas ketika hujan atau ketika permukaan kaca terkena kotoran. Dalam kondisi jalan Indonesia yang dapat berubah cepat, kemampuan melihat situasi di depan kendaraan menjadi faktor yang tidak bisa dianggap remeh.

Visibilitas yang buruk dapat membuat pengemudi lebih sulit mengenali kendaraan di depan, marka jalan, pejalan kaki, maupun berbagai potensi bahaya lainnya. Pada kondisi hujan lebat, persoalannya menjadi semakin kompleks karena air yang memenuhi kaca depan dapat mengurangi kemampuan pengemudi membaca situasi jalan.

Program Peduli Sosial Care for Sight

Bosch sendiri memiliki sejarah panjang dalam pengembangan teknologi wiper. Pada 1926, perusahaan ini memperkenalkan wiper kaca depan bertenaga listrik. Sistem itu menggunakan motor listrik kecil yang mendapatkan tenaga dari aki kendaraan, sebuah inovasi yang kemudian menjadi bagian penting dari perkembangan teknologi wiper modern.

Satu abad kemudian, teknologi wiper telah berkembang jauh dari desain awal tersebut. Bosch, antara lain, mengembangkan teknologi flat wiper melalui lini Aerotwin yang diperkenalkan pada 1999. Desain tersebut memungkinkan distribusi tekanan yang lebih merata pada kaca serta mendukung kualitas sapuan yang lebih konsisten.

Namun, perayaan 100 tahun wiper Bosch kali ini bukan semata-mata mengenai perjalanan teknologi. Bosch juga membawa pesan bahwa komponen keselamatan perlu mendapatkan perhatian sebelum kondisinya benar-benar bermasalah.

Pesan tersebut diwujudkan melalui program Care for Sight, yang menjadi bagian dari rangkaian kampanye. Dalam program ini, Bosch mengajak konsumen berkontribusi terhadap donasi 100 pasang wiper Bosch bagi kendaraan ambulans.

Pilihan ambulans juga memiliki makna tersendiri. Kendaraan ini beroperasi dalam situasi yang menuntut keandalan dan kecepatan. Ketika harus membawa pasien menuju fasilitas kesehatan, kemampuan pengemudi mempertahankan visibilitas dalam berbagai kondisi menjadi bagian dari keselamatan perjalanan.

Program Care for Sight sendiri bukan kali pertama Bosch menghubungkan produk otomotif dengan kepedulian sosial. Pada 2022, Bosch Automotive Aftermarket menjalankan program dengan nama yang sama dan mengaitkan pembelian produk Bosch Aerotwin dengan dukungan terhadap kesehatan mata anak-anak Indonesia. Program ini kemudian berlanjut dengan kegiatan pemeriksaan mata dan operasi katarak bagi masyarakat di Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.

Pada akhirnya, pesan yang muncul dari kampanye 100 tahun wiper Bosch cukup sederhana. Teknologi kendaraan boleh semakin canggih, bahkan menuju era autonomous vehicle, tetapi keselamatan tetap membutuhkan manusia yang memahami kendaraannya dan disiplin merawat berbagai komponennya.

Wiper mungkin hanya bergerak maju-mundur di permukaan kaca depan. Tetapi ketika hujan turun deras, gerakan sederhana itu dapat menjadi pembatas antara pandangan yang jelas dan situasi jalan yang sulit diprediksi.

Setelah 100 tahun, mungkin sudah waktunya wiper tidak lagi dianggap sebagai komponen kecil yang baru diingat ketika rusak. Sebab, dalam keselamatan berkendara, kemampuan untuk melihat dengan jelas adalah bagian dari kemampuan untuk bereaksi dengan benar.