
Jakarta, Otosight.id – Vinfast lengkapi varian MPV listrik lewat kehadiran model Limo Green dan VF MPV 7. Keduanya diluncurkan dalam perhelatan IIMS 2026 pada 8 dan 9 Februari. MPV premium listrik VF MPV 7 ini dirancang untuk penggunaan pribadi dan keluarga sehari-hari. Mengusung desain modern, kabin yang luas, serta beragam teknologi canggih. Konsumen yang melakukan pemesanan lebih awal, berkesempatan mendapatkan berbagai insentif eksklusif dan menarik.

VF MPV 7 merupakan pengembangan dari Limo Green. Tampilan eksteriornya memadukan garis desain yang elegan dan dinamis dengan karakter yang tegas, sehingga menciptakan kesan premium sekaligus berwibawa. Bagian depan tampil khas dengan lampu daytime running light LED berbentuk huruf V yang merupakan identitas desain VinFast. Spion samping elektrik yang dapat dilipat dengan lampu sein terintegrasi, serta velg alloy multi-spoke berukuran 19 inci, semakin memperkuat kesan sporty dan premium di kelasnya.
Dimensi keseluruhan 4.740 x 1.872 x 1.734 mm dan wheelbase 2.840 mm menghasilkan kelegaan ruang kabin yang melampaui ekspektasi di segmennya. Layout interior modern yang berorientasi pada pengguna dengan model setir D-cut berlapis kulit berikut tombol multifungsi, tuas transmisi elektronik yang terintegrasi pada kolom kemudi, serta layar sentuh infotainment 10,1 inci yang mendukung Android Auto dan Apple CarPlay.
Jok berbahan kulit sintetis, sistem pendingin udara otomatis dengan filtrasi udara PM2.5, serta ventilasi udara di ketiga baris kursi turut meningkatkan kenyamanan dan kualitas udara bagi seluruh penumpang. Kapasitas bagasi dapat diperluas hingga 1.240 liter dengan melipat kursi baris belakang, memberikan fleksibilitas tinggi untuk kebutuhan keluarga sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.

VF MPV 7 didukung motor listrik berdaya 150 kW (201 hp) dengan torsi 280 Nm, menghadirkan akselerasi halus dan pengalaman berkendara khas kendaraan listrik. Baterai berkapasitas 60,2 kWh memungkinkan jarak tempuh hingga 450 km dalam satu kali pengisian penuh berdasarkan standar NEDC.
Teknologi pengisian cepat memungkinkan baterai terisi dari 10% hingga 70% dalam waktu sekitar 30 menit, sehingga meningkatkan kepraktisan penggunaan. Kendaraan ini juga dilengkapi asisten virtual berbasis suara serta aplikasi mobile untuk pemantauan kendaraan dari jarak jauh. Beragam fitur keselamatan aktif dan pasif, termasuk sensor parkir belakang, kamera mundur, cruise control, serta struktur bodi yang diperkuat, memberikan rasa aman dan ketenangan dalam setiap perjalanan.

VF MPV 7 dipasarkan dengan harga Rp420 juta (termasuk baterai) dan Rp345 juta (skema berlangganan baterai) on-the-road (OTR) Jakarta. Skema berlangganan baterai yang fleksibel dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan penggunaan pelanggan, dengan biaya bulanan Rp880.000 untuk jarak tempuh hingga 2.000 km, dan Rp1.350.000 untuk penggunaan di atas 2.000 km.
VinFast membuka pemesanan awal VF MPV 7 melalui VinFast arena di IIMS 2026, situs resmi VinFast, serta jaringan dealer resmi di seluruh Indonesia. Sebanyak 2.000 konsumen pertama akan mendapatkan insentif tunai sebesar Rp16 juta, serta berbagai keuntungan tambahan, termasuk pengisian daya gratis di jaringan stasiun pengisian daya V-Green dan paket aksesori gratis berupa karpet kendaraan, kaca film, serta wall-mounted charger.

Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, mengatakan, “Indonesia merupakan salah satu pasar MPV paling dinamis dan menjanjikan di kawasan, di mana keluarga lintas generasi sangat mengutamakan ruang kabin, keamanan, serta kenyamanan premium dalam setiap perjalanan.’
“Dengan filosofi yang berpusat pada pelanggan, VF MPV 7 dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut secara menyeluruh. Kami percaya VF MPV 7 akan menghadirkan standar baru di segmen MPV Indonesia, tidak hanya dari sisi desain dan teknologi, tetapi juga dalam menghadirkan pengalaman mobilitas listrik yang berkelanjutan,” ucap Kariyanto.
Pembukaan pemesanan VF MPV 7 semakin menegaskan komitmen jangka panjang VinFast dalam membangun ekosistem mobilitas hijau yang komprehensif di Indonesia, sekaligus menghadirkan solusi transportasi modern, cerdas, dan berkelanjutan bagi keluarga di seluruh Tanah Air.

Dalam waktu kurang dari dua tahun sejak memasuki pasar Indonesia, VinFast telah membangun fondasi yang kuat dan terstruktur. Perusahaan telah memperkenalkan beragam lini kendaraan listrik di berbagai segmen serta memulai operasional fasilitas produksinya di Subang, yang mencerminkan komitmen investasi jangka panjang sekaligus kontribusi langsung terhadap rantai nilai industri lokal.
Selain itu, VinFast terus memperluas ekosistem layanannya, termasuk pengembangan jaringan dealer dan layanan purnajual secara nasional, pembangunan infrastruktur pengisian daya yang luas melalui kerja sama dengan pengembang jaringan global V-Green, serta kemitraan strategis dengan berbagai bank dan lembaga pembiayaan untuk menghadirkan solusi kepemilikan kendaraan yang lebih optimal.
Melalui berbagai kebijakan yang fleksibel dan berorientasi ke depan, VinFast secara bertahap menghilangkan hambatan dalam adopsi kendaraan listrik, sekaligus mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam transformasi transportasi ramah lingkungan di Indonesia dan Kawasan sekitarnya.

VinFast Limo Green: Solusi Ideal Transisi Kendaraan Listrik Indonesia
VinFast menghadirkan Limo Green, MPV listrik tujuh penumpang yang telah mengubah peta persaingan di pasar Vietnam dan kini bersiap memasuki pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Segmen MPV ini diluncurkan secara resmi pada Agustus 2025, dan dengan cepat menempati posisi teratas hingga Desember terjual 10.981 unit, menjadikan Limo Green tujuh penumpang paling diminati di Vietnam.
Di Indonesia, Limo Green kini hadir untuk mendukung percepatan transisi menuju transportasi yang lebih bersih. Tenaga bersumber dari motor listrik 201 hp menghasilkan torsi 280 Nm, hampir dua kali lipat MPV bermesin bensin sekelasnya. Bahkan dengan tujuh penumpang dan barang bawaan penuh, akselerasinya tetap mantap, halus, dan senyap; tanpa jeda atau hentakan mekanis, hanya dorongan tenaga yang linear dan stabil.
Tenaga yang dihasilkan bukan sekadar angka, melainkan manfaat nyata. Kondisi geografis Indonesia, dari tanjakan padat di perkotaan hingga jalur antarkota, menuntut kendaraan yang tangguh dan responsif. Torsi listrik instan memastikan stabilitas dan daya respons tetap terjaga, bahkan saat kendaraan membawa muatan penuh.
Limo Green menghadirkan ruang kabin, performa, dan efisiensi biaya selalu identik dengan kompromi harga terjangkau. Sementara kabin luas yang biasanya menurunkan efisiensi, Limo Green hadir untuk mengubah hal tersebut. Dengan wheelbase sepanjang 2.840 mm, Limo Green melampaui standar MPV kompak. Dimensi yang lebih panjang ini menghasilkan ruang kabin lebih lega, terutama di baris ketiga, bagian yang selama ini kerap menjadi titik lemah konfigurasi tujuh penumpang.

Reviewer otomotif Vietnam, Nguyen Truong Thanh dari GearupVN, menilai wheelbase yang lebih panjang memberikan kenyamanan nyata bagi penumpang dewasa di baris terakhir, menghilangkan kesan sempit yang selama ini identik dengan segmen ini.
Secara operasional, kendaraan ini menawarkan jarak tempuh hingga 450 kilometer dalam sekali pengisian daya. Kemampuan pengisian cepat memungkinkan baterai terisi dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar 30 menit, sebuah spesifikasi yang dirancang untuk menjaga tingkat utilisasi tinggi, baik untuk kebutuhan mobilitas keluarga maupun operasional komersial.
Dengan begitu, nilai yang ditawarkan jelas: performa yang biasanya hanya ditemukan di segmen lebih tinggi, ruang kabin yang jarang ditemui di kelasnya, serta struktur biaya operasional yang menantang status quo.
“Hampir seluruh keunggulan kendaraan listrik dibandingkan mobil berbahan bakar bensin terletak pada biaya operasional,” ujar seorang pakar industri otomotif Vietnam. “Dampaknya sangat signifikan, terutama bagi konsumen dari kelompok menengah dan menengah ke bawah.”
Untuk layanan armada, ride-hailing, dan shuttle antarkota, efisiensi ini bersifat kumulatif dan transformatif. Dalam siklus kepemilikan menengah hingga panjang, selisih biaya operasional bahkan dapat melebihi harga awal kendaraan. VinFast memperkuat perhitungan ekonominya lewat skema garansi yang melampaui standar segmen: garansi kendaraan tujuh tahun atau 160.000 km, serta garansi baterai delapan tahun tanpa batas jarak tempuh.
Sebagai perbandingan, MPV bermesin bensin umumnya hanya menawarkan garansi sekitar tiga tahun. Perpanjangan garansi ini bukan sekadar simbolis, tetapi juga meningkatkan persepsi risiko dan nilai jual kembali kendaraan. Di Vietnam, fondasi inilah yang mempercepat adopsi Limo Green. Dalam waktu kurang dari enam bulan sejak peluncuran resmi, model ini menjadi salah satu MPV terlaris. Pencapaian tersebut tidak hanya karena hal baru, tetapi juga pertimbangan ekonomi yang masuk akal bagi konsumen.

Debut Limo Green di Indonesia bukan sekadar peluncuran model baru, melainkan bagian dari strategi besar dan terintegrasi. Hanya dalam dua tahun sejak hadir di Indonesia, VinFast telah menghadirkan berbagai model kendaraan listrik, meresmikan fasilitas manufaktur di Subang, dan membangun ekosistem pendukung yang komprehensif. Ekosistem ini mencakup jaringan dealer, layanan purnajual, dan infrastruktur pengisian daya melalui kemitraan strategis, termasuk dengan pengembang global V-Green.
Kerja sama pembiayaan dengan bank dan perusahaan terkemuka juga membuka akses lebih luas bagi konsumen dan operator armada, mendukung adopsi kendaraan listrik yang lebih terjangkau dan praktis. Apa yang terjadi di Vietnam bisa menjadi acuan penting. Di sana, Limo Green tidak hanya hadir di segmen MPV, tetapi dalam waktu singkat berhasil menjadi pemimpin segmen tersebut. Jika kondisi ekonomi dan kesiapan infrastruktur serupa tercapai di Indonesia, maka pasar berpotensi mengalami perubahan serupa.
Di Asia Tenggara, elektrifikasi kini bukan sekadar wacana atau komitmen konseptual, tetapi sudah tak terelakkan di pasar. Dalam konteks ini, Limo Green memposisikan diri bukan sebagai alternatif eksperimen, melainkan sebagai penerus pragmatis, menawarkan solusi yang menunjukkan bahwa masa depan mobilitas keluarga dan armada bisa lebih bersih, efisien, dan terjangkau dibandingkan cara konvensional sebelumnya.

